Kamis, 06 Juni 2013

Puisi Ramadan sedih

Buku menangis kala para pembaca yang baru mencicipi sedikit ilmu sudah merasa lebih pintar dari Tuhannya Lalu berusaha merubah aturan pada kitab suci dan mencoba membuat hukum sendiri yang dirasanya lebih manusiawi yang dianggapnya sesuai jaman kiwari Padahal dia hanya berbekal sejimpit ilmu tanpa bekal pengetahuan agama yang memadai beraninya buat aturan sendiri menganggap Tuhan hanya tahu masalalu dan ayat-ayat sucinya tidak sesuai masakini. Jadilah agama ditafsirkan sekehendak hati, tanpa landasan yang jelas untuk dikaji, malapetaka bagi seluruh negeri bila ajaran mereka diikuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar