**Berkelana**
Kamis, 06 Juni 2013
Puisi Rhomadhon taubat di bulan suci
Dulu tidak serajin ini
Shalat lima waktu,
Mengaji tadarus,
Melengkapi dengan shalat sunah
Hingga berdzikir disela kesibukan
Dulu acuh tak acuh
Bermain sampai lelah
Tidur pulas hingga pagi
Meninggalkan serangkaian shalat
Hingga mengucap kata-kata tak pantas
Sekarang berbeda
Bulan ramadhan mendapat berkah
Telapak tangannya dicuci bersih
Mulutnya dikumur bersih
Kotoran hidungnya mengilang bersih
Wajahnya cerah bersinar
Lengannya lembab bersih
Rambutnya basah dan segar
Telinganya terbasuh sejuh
Hingga kakinya dingin bersih…
Dan kembali ke jalan Allah
Di bulan suci Ramadhan ini
Puisi Ramadan sedih
Buku menangis
kala para pembaca
yang baru mencicipi sedikit ilmu
sudah merasa lebih pintar dari Tuhannya
Lalu berusaha merubah aturan pada kitab suci
dan mencoba membuat hukum sendiri
yang dirasanya lebih manusiawi
yang dianggapnya sesuai jaman kiwari
Padahal dia hanya berbekal sejimpit ilmu
tanpa bekal pengetahuan agama yang
memadai
beraninya buat aturan sendiri
menganggap Tuhan hanya tahu masalalu
dan ayat-ayat sucinya tidak sesuai masakini.
Jadilah agama ditafsirkan sekehendak hati,
tanpa landasan yang jelas untuk dikaji,
malapetaka bagi seluruh negeri
bila ajaran mereka diikuti
Puisi menyambut bulan suci Rhamadon
Lantunan doa mengalir sekujur darah
Melekat sungguh lekat
Pejamkan mata menyusup makna
Resapi bagian terkecil kehidupan
Teringat setitik hina dan seluas pandangan
dosa
Terkeruk pasrah sucikan diri
Aduhai ringan tubuh ini
Melayang lepas tinggalkan bait-bait pahit
Malam hilang terbitlah sang fajar
Mencerahkan gelap dengan dinginnya embun
Kunanti hari fitri itu
Penuh harap kan fitrah diri
Rabu, 05 Juni 2013
**Puisi Berkelana**
!ni adalah puisi perjalanan hidup ku**
Aku di beritahukan tentang sebuah cinta…
aku berkelana menelusuri hutan belantara
mencarinya…
menyusuri sungai sungai yang bermuara
samudera…
menembus bintang bintang di balik awan…
Menjelajah sampai ke gurun gurun kering
kerontang…mencari dimanakah adanya cinta
yang kudengar itu…aku tetap berkelana keliling
dunia…
Aku di bisikkan tentang sebuah cinta..
Yang lebih indah dari rangkaian bunga bunga
mawar aneka warna….yang di ikat sedemikian
rupa..
Aromanya menyejukkan hati yang merana
menyesakkan dada…
Mengalirkan aliran darah ke seluruh jari
jemari…
Sentuhannya membuka tabir indera manusia…
Kenikmatannya tiada yang sanggup
menyamainya…
Menentramkan hati yang keras laksana hitam
pualam yang mengkilat…sekian lama aku
mencarinya…aku tetap tegar berkelana keliling
dunia….
Aku di beritahukan tentang sebuah cinta….
Yang pada malamnya serasa terang
benderang…di sinari kemilau cahaya berwana
emas kekuningan…
Pancarannya laksana matahari sejuk bagai
rembulan…
Warnanya seindah pelangi menghias awan…
rangkaian katanya adalah pujian pujian yang
elok di dengar…sekian lama aku rindu
mencarinya…
Aku tetap berkelana keliling dunia…
Aku di beritahukan tentang sebuah cinta….
Yang bila aku mendengarnya…kerinduan
semakin membahana….sejenak aku hentikan
langkah langkah petualangan yang semakin
ujung dunia…
Kusandarkan punggungku pada kayu kering
yang masih kekar akar akarnya…menghujam ke
bumi ribuan tahun lamanya…
Aku lepaskan beban beban di atas pundakku
yang ku bawa kemana
mana….menghempaskan nafas dalam dalam
membuang segumpal lelah dalam
petualangan….
Sanyup sanyup aku mendengar kidung suci
berkumandang….di sebuah dangau tak jauh
dari balik bukit yang menurun…
Segera ku langkahkan kaki kakiku menuruni
tebing bukit…ku basuh mukaku dengan air
ledeng yang sejuk berwudhu…didalamnya telah
berbaris rapi orang orang bersujud…
menentramkan hati hingga ku panjatkan doa
doa untuk memujiNYA…melarutlah hati yang
telah sekian lamanya kering kerontang…aku
menagis mengenang perjalanan…ku ungkapka
seluruh perasaan…sekian lamanya aku
melupakan Engkau ya ALLAH…larut dalam
gemerlap dunia yang membutakan
matahatiku…Tuhan yang Maha Kasih…yang
penuh dengan keluasan Rahmat dan Cinta
abadi…tersedu aku memohon ampunanMU…
Terasa rintik air hujan membasahi rambutku
yang kering….
Aku terbangun memandang angkasa
raya..rupanya aku tertidur rebah di pangkuan
akar kayu pohon kering kerontang…ternyata
butiran hujan yang jatuh itu adalah air mata
yang keluar dari sudut sudut kelopak mataku.
Langganan:
Komentar (Atom)